Hai, Bunda. Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa rupanya belum juga usai. PT PLN (Persero) terus memperbarui informasi daerah-daerah yang akan mengalami mati listrik. Kejadian ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi ibu rumah tangga dan para pelaku UMKM.

Penyebab Listrik Padam Bergilir

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman ini. Menurutnya, penyebab utamanya adalah gangguan pasokan batu bara. Selain itu, ada juga kendala teknis di dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa yang dimiliki oleh mitra swasta (Independent Power Producer).

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Kami memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat,” ujar Darmawan dalam keterangan pers beberapa waktu lalu. PLN berjanji akan memperbaiki pasokan batu bara jenis medium rank coal agar pembangkit bisa beroperasi normal kembali.

Dampak ke UMKM: Omzet Turun, Stok Rusak

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengakui bahwa pemadaman listrik sangat berdampak pada usaha kecil. Banyak pedagang es, frozen food, dan makanan beku lainnya yang rugi karena stok mereka mencair dan tidak bisa dijual.

“Yang jualan es, pada saat mati listrik, esnya cair, tidak bisa jualan. Frozen food juga sama. Dampak sosialnya kemana-mana,” ungkap Maman di Jakarta, Senin (22/6).

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menambahkan bahwa pemadaman ini menghambat aktivitas produksi dan merugikan pelaku usaha. Ia berharap masalah ini bisa selesai pada bulan Juni ini.

Ibu Menyusui Ikut Terdampak: ASIP Basi karena Listrik Mati

Tak hanya sektor ekonomi, pemadaman listrik juga berdampak langsung pada keluarga, terutama ibu menyusui. Bagi Bunda yang menyimpan ASI perah (ASIP) di lemari pendingin, listrik padam dalam waktu lama bisa membuat suhu kulkas naik. Akibatnya, ASI berisiko basi dan tidak layak konsumsi.

Seorang Bunda dengan akun @ginalevinaa di Thread membagikan kesedihannya. Kantong-kantong ASIP yang ia kumpulkan selama 5 bulan harus terbuang sia-sia karena mencair saat listrik padam. “Definisi sakit ga berdarah, susah-susah nabung ASI, leleh dalam sehari gara-gara pemadaman bergilir @pln_id,” tulisnya.

Unggahan itu viral dan banyak dikomentari netizen yang bernasib sama. “Ikut nimbruung.. calon2 ASIP terbuang karena ada pemadaman tanpa informasi,” tulis akun @n.k***. “Sama banget ini ka, sekitar 20 kantong kebuang karena listrik padam,” tambah @_ma***.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Bagi Bunda yang khawatir dengan stok ASIP, ada beberapa tips yang bisa dicoba saat listrik padam: simpan ASIP di termos es atau cool box dengan ice pack, kurangi membuka kulkas agar suhu tetap dingin, dan catat durasi pemadaman untuk memperkirakan keamanan ASI. Jika listrik padam lebih dari 4 jam, sebaiknya ASI yang sudah mencair tidak dibekukan kembali.

Semoga pemadaman ini segera berakhir dan aktivitas kita kembali normal. Tetap semangat, Bunda!

Reporter: Sri Rahayu